<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Etika Muslim Sejati</title>
	<atom:link href="http://etikaislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://etikaislam.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2009 04:09:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='etikaislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Etika Muslim Sejati</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://etikaislam.wordpress.com/osd.xml" title="Etika Muslim Sejati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://etikaislam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hati-hati Dalam Melangkah Adalah Bagian Dari Taqwa</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2009/10/26/hati-hati-dalam-melangkah-adalah-bagian-dari-taqwa/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2009/10/26/hati-hati-dalam-melangkah-adalah-bagian-dari-taqwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[hati-hati]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[taqwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Beratnya kewajiban yang harus dilaksanakan dan banyaknya aral rintangan yang menghadang, menuntut setiap hamba untuk menjalani kehidupan di dunia ini dengan langkah yang penuh kehati-hatian. Selalu waspada dan tidak boleh lengah. Karena kelengahan sesaat adalah kesempatan emas bagi setan untuk memegang kendali atas manusia. Waspada, tidak lengah dan melangkah dengan kehati-hatian adalah inti dari ketakwaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=34&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#008000;">Beratnya kewajiban yang harus dilaksanakan dan banyaknya aral rintangan yang menghadang, menuntut setiap hamba untuk menjalani kehidupan di dunia ini dengan langkah yang penuh kehati-hatian. </span></strong>Selalu waspada dan tidak boleh lengah. Karena kelengahan sesaat adalah kesempatan emas bagi setan untuk memegang kendali atas manusia.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Waspada, tidak lengah dan melangkah dengan kehati-hatian adalah inti dari ketakwaan yang benar.</span></strong> Allah Swt berfirman:</p>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</strong></span></div>
<p>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam [QS Ali Imron: 102]</p>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ</strong></span></div>
<p style="text-align:justify;">Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa [QS Al Baqarah: 197]<span id="more-34"></span><br />
Imam Ibnu Hatim dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud bahwa dia menafsirkan ‘bertakwalah kalian dengan sebenar-benar takwa’ dengan mengatakan ,”Allah senantiasa ditaati, tidak didurhakai, senantiasa diingat-ingat (disebut-sebut), tidak dilupakan dan senantiasa disyukuri (limpahan karunia-Nya) dan tidak diingkari.”</p>
<p>Penafsiran ulama generasi sahabat ini mengingatkan setiap hamba untuk senantiasa dalam keadaan taat, dzikir dan syukur kepada Allah. Itulah hakekat takwa. Tiada waktu yang berlalu dengan kemaksiatan, dan kedurhakaan dari nikmat Allah yang telah diterima. Takwa yang terpartri kuar seperti inilah yang bisa menjadi sarana pengendali yang  efektif bagi kesalehan seorang hamba.</p>
<p>Hati-hati dalam melangkah, itulah hakekat takwa. Berhati-hati dalam mengarungi samudra kehidupan, melaksanakan perintah-Nya baik yang wajib maupun yang sunnah. Meninggalkan larangan-larangan yang haram, makruh maupun syubhat. Demikian juga tidak berlebihan-lebihan dalam menikmati hal-hal yang mubah.</p>
<p>Waspada dengan menjauhi dosa-dosa yang besar maupun kecil, karena semuanya akan dihitung dan dimintai pertanggungjwaban di sisi-Nya.</p>
<p>Janganlah seorang hamba meremehkan kecilnya sebuah amal. Jangan pula pernah menganggap ringan dan kecilnya berbuat dosa kemaksiatan. Bisa jadi ridha, rahmat dan ampunan Allah dating melalui amalan ringan yang mengena. Dan boleh jadi kemurkaan, siksa dan laknat-Nya menimpa karena sebuah dosa yang ringan.</p>
<p>Tidak ada hal yang remeh dan kecil dalam ketaatan dan kemaksiatan. Semuanya harus dianggap besar. Kita tidak tahu kapan murka Allah akan dating. Sehingga tidak ada alasan untuk meremehkan dosa dan melanggar perintah Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=34&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2009/10/26/hati-hati-dalam-melangkah-adalah-bagian-dari-taqwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Seorang Muslim Pada Diri Sendiri</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2009/10/26/etika-seorang-muslim-pada-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2009/10/26/etika-seorang-muslim-pada-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 03:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Orang Muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya, perbaikan, dan penyucian dirinya. Selain itu, ia meyakini bahwa kecelakaan dirinya sangat ditentukan oleh sejauh mana kerusakan dirinya, pengotorannya, dan kebrengsekannya. Itu semua karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menjiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=32&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><strong>Orang Muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya, perbaikan, dan penyucian dirinya.</strong> </span>Selain itu, ia meyakini bahwa kecelakaan dirinya sangat ditentukan oleh sejauh mana kerusakan dirinya, pengotorannya, dan kebrengsekannya. Itu semua karena dalil-dalil berikut:</p>
<p>Firman Allah Ta‘ala, <span style="color:#0000ff;"><em>“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menjiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” </em></span>(Asy-Syams: 9-10).</p>
<p><em><span style="color:#800000;">“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum, demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka), demikianlah Kami memberi balasan kepada orang orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”</span> </em>(Al-A’raaf: 40-42).<span id="more-32"></span></p>
<p><em> “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shallih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” </em>(Al-‘Ashr: 1-3).</p>
<p>Sabda Rasulullah saw., <em>“Semua dan kalian masuk surga, kecuali orang-orang yang tidak mau.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang tidak mau masuk surga, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. bersada, “Barangsiapa taat kepadaku, ia masuk surga. Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku, ia tidak mau (masuk surga).” </em>(HR  Bukhari).</p>
<p><em>“Semua manusia beramal, dan menjual dirinya memperbaiki dirinya, atau membinasakannya.” </em>(HR Muslim).</p>
<p>Orang Muslim meyakini bahwa sesuatu yang bisa membersihkan dirinya, dan menyucikannya ialah iman yang baik, dan amal shalih. Ia juga meyakini, bahwa sesuatu yang mengotori dirinya, dan merusaknya ialah keburukan kekafiran dan kemaksiatan, berdasarkan dalil-dalil berikut:</p>
<p>Firman Allah Ta‘ala, <em>“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” </em>(Huud: 114).</p>
<p><em>“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” </em>(Al-Muthaffifin: 14).</p>
<p>Sabda Rasulullah saw., <em>“Sesungguhnya jika seorang Mukmin mengerjakan dosa, maka ada noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti (dari dosa tersebut), dan beristighfar, maka hatinya bersih. Jika dosanya bertambah, bertambah pula noda hitamnya, hingga menutupi hatinya.” </em>(HR An-Nasai dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih).</p>
<p>Noda hitam tersebut tidak lain adalah tutupan hati yang disebutkan Allah Ta‘ala dalam surat Al-Muthaffifin di atas.</p>
<p><em>“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, serta bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” </em>(HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim).</p>
<p>Oleh karena itulah, orang Muslim tidak henti-hentinya membina dirinya, menyucikannya, dan membersihkannya. Sebab, ia orang yang paling layak membinanya, kemudian ia memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya, dan membersihkan kotoran-kotorannya. Ia menjauhkan diri dan apa saja yang mengotorinya, dan merusaknya seperti keyakinan-keyakinan yang rusak, ucapan-ucapan yang rusak, dan amal perbuatan yang rusak. Ia melawan dirinya siang malam, mengevaluasinya setiap saat, membawanya kepada perbuatan-perbuatan yang baik, mendorongnya kepada ketaatan, menjauhkannya dari segala keburukan dan kerusakan.</p>
<p>Dalam memperbaiki dirinya, membinanya, dan membersihkannya, orang Muslim menempuh jalan-jalan berikut:</p>
<p><strong>Taubat</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan taubat di sini ialah melepaskan diri dan semua dosa dan kemaksiatan, menyesali semua dosa-dosa masa lalunya. dan bertekat tidak kembali kepada dosa di sisa-sisa umurnya. Itu semua karena dalil-dalil berikut:</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian, dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” </em>(At Tahrim: 8).</p>
<p><em>“Dan bertaubatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.</em><em>”</em> (An-Nuur: 31).</p>
<p><em>“Hai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, karena aku bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali.</em><em>” </em>(HR Muslim).</p>
<p><em>“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dan barat, maka Allah menerima taubatnya.” </em>(HR Muslim).</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah membuka Tangan-Nya dengan taubat bagi orang yang berbuat salah di malam hari hingga siang hari, dan bagi orang yang berbuat salah di siang hari hingga malam hari, hingga matahari terbit dari barat.” </em>(HR Muslim).</p>
<p><em>“Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba-Nya daripada seseorang di tempat sepi dan rawan bahaya dengan hewan kendaraan yang memuat makanan dan minumannya, kemudian ia tidur. Ketika ia bangun, hewan kendaraannya hilang. Ia pun mencarinya hingga ia kehausan. Ia berkata, ‘Aku akan kembali ke tempatku semula, hingga aku mati.’ Kemudian ia letakkan kepalanya di atas lengannya untuk mati. Ketika ia bangun, temyata hewan kendaraannya ada di sisinya lengkap dengan makanan dan minumannya. Jadi, Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba yang Mukmin dan (kebahagiaan) orang tersebut dengan (kembalinya) hewan kendaraan dan bekalnya.” </em>(Muttafaq Alaih).</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa para malaikat rnengucapkan ucapan selamat kepada Nabi Adam atas taubatnya, karena Allah menerima taubatnya. (Al-Ghazali dalam Ihya&#8217;-nya).</p>
<p><strong>Muraqabah</strong></p>
<p>Maksudnya, orang Muslim mengkondisikan dirinya merasa diawasi Allah Ta ‘ala di setiap waktu kehidupan hingga akhir kehidupannya, bahwa Allah Ta‘ala melihatnya, mengetahui rahasia-rahasianya, memperhatikan semua amal perbuatannya, mengamatinya, dan mengamati apa saja yang dikerjakan oleh semua jiwa. Dengan cara seperti itu, diri orang Mukmin selalu merasakan keagungan Allah Ta ‘ala dan kesempumaan-Nya, tentram ketika ingat nama-Nya, merasakan ketentraman ketika taat kepada-Nya, ingin bertetanggaan dengan-Nya, datang menghadap kepada-Nya, dan berpaling dan selain-Nya.</p>
<p>Inilah yang dimaksudkan dengan Islamisasi wajah dalam firman Allah Ta’ala,</p>
<p><em>“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus?” </em>(An-Nisa’: 125).</p>
<p><em>“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dan orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya Ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh.” </em>(Luqman: 22).</p>
<p>Itulah intisari seruan Allah Ta’ala dalam firman-Nya,  <em>“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu maka takutlah kepada-Nya.” </em>(Al-Baqarah: 235).</p>
<p>Atau dalam firman-Nya, <em>“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur ‘an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu pada waktu kalian melakukannya.” </em>(Yunus: 22).</p>
<p>Atau dalam sabda Rasulullah saw., <em>“Sembahlah Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” </em>(Muttafaq Alaih).</p>
<p>Jalan itulah yang dilalui para pendahulu kita dan para Salafush shalih. Mereka membawa diri mereka kepadanya hingga akhir hayat mereka, dan mereka berhasil mencapai derajat muqarra bin (hamba-hamba yang dekat dengan Allah). Bukti-bukti berikut bersaksi untuk mereka:</p>
<p>1. Ditanyakan kepada Al-Junaid, “Bagaimana kiat menahan pandangan?” Al-Junaid, “Yaitu pengetahuanmu, bahwa pandangan Dzat yang melihatmu itu lebih dahulu dan lebih cepat daripada penglihatanmu kepada sesuatu yang engkau lihat.”</p>
<p>2. Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Hendaklah engkau merasa diawasi oleh Dzat yang mengetahui apa saja yang ada padamu. Hendaklah eng kau berharap kepada Dzat yang memenuhi (harapanmu). Dan hendaklah engkau takut kepada Dzat yang memiliki hukuman.”</p>
<p>3. Ibnu Al-Mubarak berkata kepada seseorang, “Hai si Fulan, hendaklah engkau merasa diawasi Allah.” Orang tersebut bertanya kepada Ibnu Al-Mubarak tentang apa yang dimaksud dengan pengawasan Allah, kemudian Ibnu Al-Mubarak menjawab, “Jadilah engkau seperti orang yang bisa melihat Allah selama-lamanya.”</p>
<p>4. Abdullah bin Dinar berkata, “Pada suatu hari, aku pergi ke Makkah bersama Umar bin Khaththab. Di salah satu jalan, kami berhenti untuk istirahat, tiba-tiba salah seorang penggembala turun kepada kami dari gunung. Umar bin Khaththab bertanya kepada penggem bala tersebut, ‘Hai penggembala, juallah seekor kambingmu kepada kami.’ Penggembala tersebut berkata, ‘Kambing-kambing ini bukan milikku, namun milik majikanku.’ Umar bin Khaththab berkata, ‘Katakan saja kepada majikanmu, bahwa kambingnya dimakan serigala.’ Penggembala yang budak tersebut berkata, ‘Kalau begitu, di mana Allah?’ Umar bin Khaththab menangis, kemudian ia pergi ke majikan penggembala tersebut, lalu membeli budak tersebut, dan memerdekakannya.”</p>
<p>5. Dikisahkan bahwa salah seorang shalih berjalan melewati orang-orang yang sedang melempar, sedang salab seorang dan mereka duduk menyendiri dari mereka. Orang shalih tersebut pergi kepada orang tersebut, dan ingin mengajaknya bicara, namun orang tersebut lebih dahulu berkata kepadanya, “Dzikir kepada Allah itu jauh lebih nikmat.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut, “Engkau sendirian di sini?” Orang tersebut menjawab, “Aku bersama Tuhanku dan dua malaikat.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut, “Siapa yang mendahului orang-orang tersebut?” Orang tersebut menjawab, “Yaitu orang-orang yang diampuni Allah.” Orang shalih bertanya kepada orang tersebut, “Di manakah jalan itu?” Orang tersebut membeni isyarat ke langit, kemudian ia berdiri dan pergi.</p>
<p>6. Dikisahkan bahwa ketika Zulaikha berduaan dengan Yusuf AS, ia pergi ke patung, kemudian menutupnya dengan kain. Nabi Yusuf AS bertanya, “Engkau ada apa? Engkau malu kepada pengawasan benda padat kepadamu, dan tidak malu kepada pengawasan Raja Teragung (Allah) kepadamu?”</p>
<p>Salah seorang shalih menyenandungkan syair,</p>
<p>Jika Anda menyendiri dengan zaman pada suatu hari,<br />
Anda jangan katakan, ‘Aku telah menyendiri,’<br />
Namun katakan, ‘Zaman mengawasiku.’<br />
Sedetik pun Anda jangan beranggapan bahwa Allah lengah<br />
Dan bahwa Allah tidak mengetahui apa yang Anda rahasiakan.<br />
Tidakkah Anda lihat, bahwa hari ini cepat berlalu<br />
Dan bahwa hari esok sudah dekat bagi orang-orang yang menunggunya?</p>
<p><strong>Muhasabah (Evaluasi)</strong></p>
<p>Karena orang Muslim siang-malam bekerja untuk kebahagiaannya di akhirat, kemuliaan dari Allah Ta‘ala, keridhaan-Nya, dan karena dunia adalah tempat beramal, maka ia harus melihat ibadah-ibadah wajib seperti penglihatan pedagang kepada modal bisnisnya, ia melihat ibadah-ibadah sunnah seperti penglihatan pedagang terhadap keuntungan bisnisnya, dan melihat kemaksiatan dan dosa sebagai kerugian dalam dunia bisnis. Kemudian ia berduaan dengan dirinya sesaat di akhir harinya guna mengadakan muhasabah (evaluasi) terhadap dirinya atas amal perbuatannya sepanjang siang harinya.</p>
<p>Jika ia melihat dirinya kurang mengerjakan ibadah-ibadah wajib, ia mencela dirinya, dan memarahinya, kemudian memaksanya melaksanakan ibadah-ibadah wajib tersebut saat itu juga jika ibadah-ibadah wajib tersebut termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga, dan jika ibadah ibadah wajib tersebut tidak termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga maka ia harus memperbanyak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah.</p>
<p>Jika ia melihat dirinya kurang dalam mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, maka ia mengganti kekurangannya dan memaksa dirinya melakukannya. Jika ia melihat kerugian karena ia mengerjakan dosa, maka ia beristighfar, menyesalinya, bertaubat, dan mengerjakan amal shalih yang bisa memperbaiki apa yang telah dirusaknya.</p>
<p>Inilah yang dimaksud dengan muhasabah terhadap diri sendiri. Inilah salah satu cara perbaikan diri (jiwa), pembinaannya, penyuciannya, dan pembersihannya, berdasarkan dalil-dalil berikut:</p>
<p>1.    Firman Allah Ta‘ala, <em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” </em>(Al-Hasyr: 18).</p>
<p><em> “Hendaklah setiap diri memperhatikan”</em> adalah perintah untuk mengadakan muhasabah (evaluasi) terhadap diri atas apa yang diperbuatnya untuk menyongsong hari esok.</p>
<p>2.    Firman Allah Ta‘ala, <em>“Dan bertaubatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” </em>(An-Nuur: 31).</p>
<p>3.    Sabda Rasulullah saw., <em>“Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah, dan beristightighfar kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam satu hari.” </em>(Diriwayatkan Muslim).</p>
<p>4.    Umar bin Khattab ra berkata, “Evaluasilah (hisablah) diri kalian, sebelum kalian dievaluasi.”</p>
<p>Yang semakna dengannya ialah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad yang baik dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda,</p>
<p><em>“Orang cerdas ialah yang menyiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedang orang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berkhayal kosong kepada Allah.”</em></p>
<p>5. Adalah Umar bin Khaththab ra, jika waktu malam telah tiba, ia memukul kedua kakinya dengan berkata kepada dirinya, “Apakah yang telah engkau kerjakan siang tadi?”</p>
<p>6. Adalah Thalhah r.a. jika disibukkan oleh perkebunannya hingga ia tidak bisa menghadiri shalat jama’ah, maka ia mengeluarkan sedekah untuk Allah Ta’ala dari perkebunannya. Ini tidak lain adalah muhasabah darinya terhadap dirinya, dan kemarahannya terhadap dirinya.</p>
<p>7. Dikisahkan bahwa Al-Ahnaf bin Qais mendekat ke lampu, kemudian ia meletakkan jari-jarinya di dalamnya hingga merasakan panasnya, sambil berkata, “Hai Al-Ahnaf, apa yang mendorongmu mengerjakan ini dan itu pada hari ini? Apa yang mendorongmu mengerjakan ini dan itu pada hari ini?”</p>
<p>8. Dikisahkan bahwa salah seorang dari orang-orang shalih berjihad, tiba-tiba terlihat olehnya seorang wanita, dan ia pun melihatnya, kemudian mengangkat tangannya, menampar matanya, dan mencukilnya, sambil berkata, “Sesungguhnya melihat kepada sesuatu yang merugikanmu.”</p>
<p>9. Salah seorang dari orang shalih berjalan melewati rumah, kemudian ia berkata, “Kapan rumah ini dibangun?” Usai berkata seperti itu, ia sadar, dan buru-buru berkata kepada dirinya, “Engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada kaitan denganmu. Aku pasti menghukummu dengan berpuasa setahun.” Ia pun berpuasa selama setahun.</p>
<p>10. Dikisahkan bahwa salah seorang dari orang shalih pergi ke padang pasir yang panas, kemudian ia berguling-guling di atasnya, sambil berkata, “Diriku, rasakan ini dan Neraka Jahannam itu lebih panas dari panas padang pasir ini. Engkau busuk di malam hari dan pengangguran di siang hari.”</p>
<p>11. Salah seorang dari orang shalih menghadapkan penglihatannya ke atap rumah, tiba-tiba ia melihat seorang wanita, dan ia pun melihat kepadanya. Kemudian ia menghukum dirinya dengan tidak melihat ke langit selagi ia hidup.</p>
<p>Begitulah, para salafush shalih mengevaluasi diri mereka atas ketidakseriusannya, memarahinya atas kelalaiannya, mewajibkannya bertakwa, dan melarangnya mengikuti hawa nafsu, karena mengikuti firman Allah Ta’ala,</p>
<p><em>“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dan keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).</em><em>” </em>(An-Nazi’ at: 40-41).</p>
<p><strong>Mujahadah (Perjuangan)</strong></p>
<p>Orang Muslim mengetahui bahwa musuh besarnya ialah hawa nafsu yang ada dalam dirinya, bahwa watak hawa nafsu adalah condong kepada keburukan, lari dari kebaikan, dan memerintahkan kepada keburukan seperti dikatakan Zulaikha dalam Al-Qur’an,</p>
<p><em> “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.</em><em>” </em>(Yusuf: 53).</p>
<p>Selain itu, watak hawa nafsu ialah senang malas-malasan, santai, dan menganggur, serta larut dalam syahwat, kendati di dalamnya terdapat kecelakaan dan kebinasaannya.</p>
<p>Jika orang Muslim mengetahui itu semua, maka ia memobilisasi diri untuk berjuang melawan hawa nafsunya, mengumumkan perang, mengangkat senjata untuk melawannya, dan bertekat mengatasi seluruh perjuangannya melawan hawa nafsu, dan menantang syahwatnya. Jika hawa nafsunya menyukai kehidupan santai, maka ia membuatnya lelah. Jika hawa nafsunya menginginkan syahwat, maka ia melarangnya. Jika dirinya tidak serius dalam ketaatan dan kebaikan, maka ia menghukumnya dan memarahinya, kemudian ia mewajibkannya mengerjakan apa yang tidak ia kerjakan dengan serius, dan mengganti apa yang ia sia-siakan dan ia tinggalkan. Ia bawa dirinya ke dalam pembinaan seperti itu hingga dirinya menjadi tentram, bersih, dan menjadi baik. Itulah tujuan utama mujahadah (perjuangan) terhadap hawa nafsu (diri).</p>
<p>Allah Ta‘ala berfirman, <em>“Dan orang-orang yang berjihacl untuk (mencari keria’haan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” </em>(Al-Ankabut: 69).</p>
<p>Ketika orang Muslim berjuang melawan dirinya agar menjadi baik, bersih, suci, tentram, berhak mendapatkan kemuliaan Allah Ta‘ala, dan keridhaan-Nya, maka ia mengetahui bahwa ini adalah jalan orang-orang shalih dan orang-orang yang jujur, kemudian ia berjalan di atas jalan tersebut karena ingin meniru mereka dan menapaktilasi jejak-jejak mereka. Rasulullah saw. saja melakukan qiyamul lail hingga kedua kakinya bengkak. Tentang hal tersebut, Rasulullah saw. pernah ditanya, kemudian beliau menjawab, <em>“Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” </em>(Diriwayatkan Muslim).</p>
<p>Adakah mujahadah yang lebih tinggi dari mujahadah Rasulullah saw. di atas? Demi Allah, tidak ada.<br />
Ali bin Abu Thalib ra tentang sahabat-sahabat Rasulullah saw., “Demi Allah, aku melihat Rasulullah saw. dan aku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan mereka. Pada pagi hari, rambut mereka kusut, berdebu, dan pucat, karena tidak tidur semalam suntuk untuk sujud, dan berdiri shalat, membaca Kitabullah, dan istirahat di antara kaki mereka dengan kening mereka. Jika mereka dzikir kepada Allah, mereka bergoyang sebagaimana pohon bergoyang ketika tertiup angin. Mata mereka bercucuran dengan airmata hingga pakaian mereka basah kuyup.”</p>
<p>Abu Ad-Darda’ ra “Tanpa tiga hal, aku tidak tertarik hidup, meskipun sehari saja, yaitu haus untuk Allah di siang hari yang panas, sujud untuk-Nya di pertengahan malam, dan duduk dengan orang-orang yang memilih ucapan-ucapan yang bagus, sebagaimana buah-buahan yang bagus dipilih.”</p>
<p>Umar bin Khaththab ra memarahi dirinya karena’ ia ketinggalan shalat Ashar berjama’ah, kemudian bersedekah dengan area tanahnya yang harganya kira-kira dua ratus dirham.</p>
<p>Jika Abdullah bin Umar ra ketinggalan shalat jama’ah, ia menghidupkan (tidak tidur untuk ibadah) malam harinya. Pada suatu hari, ia menunda shalat Maghrib hingga dua bintang terbit, kemudian ia memerdekakan dua budaknya.</p>
<p>Ali bin Abu Thalib ra berkata, “Semoga Allah merahmati orang-orang yang dikira manusia sakit, padahal mereka tidak sakit.” Itu tidak lain adalah pengaruh mujahadah mereka terhadap dirinya.<br />
Rasulullah saw. bersabda, <em>“Manusia terbaik ialah orang yang panjang umurnya, dan baik amal perbuatannya.” </em>(Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya).</p>
<p>Uwais Al-Qarni Rahimahullah berkata, “Malam mi adalah malam ruku’.” Kemudian ia hidupkan seluruh malam tersebut dengan ruku’. Pada malam berikutnya, ia berkata, “Malam ini adalah malam sujud.” Ia pun menghidupkan seluruh malam tersebut dengan sujud.</p>
<p>Tsabit Al-Bunani Rahimahullah berkata, “Aku perah bertemu dengan orang-orang di mana salah seorang dari mereka shalat, kemudian ia tidak bisa pergi ke tempat tidurnya kecuali dengan merangkak. Salah seorang dan mereka qiyamul lail hingga kedua kakinya bengkak karena terlalu lama berdiri. Keseriusan mereka dalam ibadah sampai pada tarap jika dikatakan kepada mereka bahwa kiamat akan terjadi besok, maka mereka tidak akan menambah ibadahnya. Jika musim dingin tiba, ia berdiri di atap rumah agar ia diterpa hawa dingin sehingga tidak bisa tidur. Jika musim panas tiba, maka ia berdiri di bawah atap rumah, agar panas matahari membuatnya tidak bisa tidur. Salah seorang dan mereka meninggal dunia dalam keadaan sujud.”</p>
<p>Istri Masruq Rahimahullah berkata, “Masruq tidak ditemui, kecuali kedua betisnya bengkak karena saking lamanya qiyamul lail. Demi Allah, pada suatu kesempatan, saya berdiri di belakangnya ketika ia berdiri qiyam ullail, kemudian aku menangis karena iba terhadapnya.”</p>
<p>Jika salah seorang dan salafush shalih telah berumur empat puluh tahun, maka ia melipat kasurnya, dan tidak pernah lagi tidur di atasnya.</p>
<p>Dikisahkan bahwa salah seorang istri dan para salafsuh shalih yang bernama Ajrah yang telah buta berdoa dengan suara yang memilukan jika waktu sahur telah tiba, “Ya Allah, kepada-Mu orang-orang ahli ibadah mengarungi kegelapan malam untuk berlomba kepada rahmat-Mu, dan karunia ampunan-Mu. Ya Allah, dengan-Mu, aku meminta kepada-Mu, dan tidak kepada selain-Mu, hendaknya Engkau menjadikanku orang terdepan di rombongan orang-orang as-sabiqun (orang-orang yang cepat kepada kebaikan), mengangkat-Ku di sisi-Mu di &#8216;illiyyin di derajat makhluk-makhluk yang didekatkan kepada-Mu, dan menyusulkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih. Engkau Dzat yang paling penyayang, Dzat yang paling agung dan Dzat yang paling mulia, wahai Dzat yang paling mulia.” Usai berdoa seperti itu, ia sujud. Ia tidak henti-hentinya berdoa, dan menangis hingga waktu shalat Shubuh tiba.</p>
<p>Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, <em>Minhaajul Muslim</em>, atau <em>Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim</em>, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 121-131.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=32&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2009/10/26/etika-seorang-muslim-pada-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA BERTETANGGA</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertetangga/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertetangga/</guid>
		<description><![CDATA[MMINFO-Pr &#8211; Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : �&#8230;.Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, maka hendaklah ia memu-liakan tetangganya�. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: �hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya�. (Muttafaq�alaih). Bangunan yang kita bangun jangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=26&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : �&#8230;.Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, maka hendaklah ia memu-liakan tetangganya�. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: �hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya�. (Muttafaq�alaih).<span id="more-26"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: �Demi Alloh, tidak beriman; demi Alloh, tidak beriman; demi Alloh, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasululloh? Nabi menjawab: �Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya�. (Muttafaq�alaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: �Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu�. (HR. Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: �Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Alloh&#8230;. �Disebutkan di antaranya- :Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya�. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:   Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;" align="center"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=26&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA DI PASAR</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-di-pasar/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-di-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-di-pasar/</guid>
		<description><![CDATA[MMINFO-Pr &#8211; Hendaknya berdzikir kepada Alloh di saat masuk ke pasar, karena Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca: (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan, dan kepunyaan-Nyalah segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=25&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  berdzikir kepada Alloh di saat masuk ke pasar, karena Rasululloh Shallallaahu  alaihi wa Sallam bersabda: <em>Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca: (Tiada tuhan  yang berhak disembah selain Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah  kerajaan, dan kepunyaan-Nyalah segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang  mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati; di tangan-Nyalah segala kebaikan,  dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka Alloh mencatat sejuta kebajikan  baginya, dan menghapus sejuta dosa darinya, dan Dia tinggikan baginya sejuta  derajat dan Dia bangunkan satu istana baginya di dalam surga. </em>(HR. Ahmad dan  At-Turmudzi, di nilai hasan oleh Al-Albani).<span id="more-25"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak  menyaringkan suara dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan. Di antara sifat  kepribadian Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah Bahwasanya beliau bukanlah  seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka  teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan  keburukan, akan tetapi ia mema`afkan dan mengampuni. (HR. Al-Bukhari).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menjaga  kebersihan pasar. Pasar tidak boleh dicemari dengan kotoran dan sampah, karena  hal tersebut dapat melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau busuk yang  mengganggu.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menjaga agar  selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan-kesepakatan di antara dua belah  fihak (pembeli dan penjual). Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman yang artinya:  Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. (Al-Maidah : 1)</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengukuhkan  jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi), karena Alloh Subhanahu  wa Ta&#8217;ala telah berfirman yang artinya: Dan persaksikanlah apabila kamu berjual  beli. (Al-Baqarah: 282).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bersikap  ramah dan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli. Rasululloh  Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Alloh akan belas kasih kepada seorang  hamba yang ramah apabila menjual, ramah apabila membeli dan ramah apabila  memberikan keputusan. (HR. Al-Bukhari).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jujur,  terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan. Rasululloh Shallallaahu  alaihi wa Sallam bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya,  maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian  yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu. (HR. Ahmad dan  dishahihkan oleh Al-Albani).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan mudah  mengobral sumpah di dalam berjual beli. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersabda: Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjual-beli, karena sumpah itu  dapat menghabiskan (barang) kemudian membatalkan (barakahnya). (HR. Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menghindari  penipuan, kecurangan dan pengkaburan serta berlebih-lebihan di dalam menarik  keuntungan. Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa  Sallam pernah menjumpai setumpuk makanan, maka Nabi memasukkan tangannya ke  dalam tumpukan tersebut, maka jari-jemarinya basah. Maka beliau bersabda: Apa  ini, wahai si pemilik makanan? Pemilik makanan menjawab :Terkena hujan, wahai  Rasululloh. Maka Nabi bersabda: Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di  paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami,  maka ia bukan dari golongan kami. (HR. Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menghindari  perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya.  Alloh berfirman yang artinya: Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu  orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,  dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.  (Al-Muthaffifin : 1-3).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menghindari  riba, penimbunan barang dan segala per-buatan yang dapat merugikan orang banyak.  Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Alloh mengutuk (melaknat)  pemakan riba, pemberinya, saksi dan penulisnya. (HR. Ahmad, dan dishahihkan  oleh Al-Albani). Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Tidak akan  menimbun barang kecuali orang yang salah . (HR. Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Membersihkan  pasar dari segala barang yang haram diperjual-belikan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menghindari  promosi-promosi palsu yang bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya  untuk membeli, karena Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang  najasy. (Muttafaqalaih). Najasy adalah semacam promosi palsu.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hindarilah  penjulan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>  berfirman yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling  memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan  perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. (Al-Nisa: 29).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menundukkan  pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampurbauran dan  berdesak-desakan dengan mereka. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman yang artinya:  Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan  pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci  bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan  katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya,  dan memelihara kemaluannya; (An-Nur: 30-31).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selalu  menjaga syi`ar-syi`ar agama (shalat berjama`ah, dll.), tidak melalaikan shalat  berjama`ah karena berjual-beli. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang  keduniaannya tidak membuatnya lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau  sebaliknya. Alloh berfirman yang artinya: Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh  perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Alloh, dan (dari)  mendirikan shalat, dan (dari) menunaikan zakat. (An-Nur: 37). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:   Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=25&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-di-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA PENGANTIN DAN PERGAULAN SUAMI-ISTRI</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-pengantin-dan-pergaulan-suami-istri/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-pengantin-dan-pergaulan-suami-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-pengantin-dan-pergaulan-suami-istri/</guid>
		<description><![CDATA[MMINFO-Pr &#8211; Merayu istri dan bercanda dengannya di saat santai berduaan. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam selalu bercanda, tertawa dan merayu istri-istrinya. Meletakkan tangan di kepala istri dan mendo`akannya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Apabila salah seorang kamu menikahi seorang wanita, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, dan bacalah bimillah lalu mohon berkahlah kepada Alloh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=24&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Merayu istri  dan bercanda dengannya di saat santai berduaan. Nabi Shallallaahu alaihi wa  Sallam selalu bercanda, tertawa dan merayu istri-istrinya.<span id="more-24"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Meletakkan  tangan di kepala istri dan mendo`akannya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa  Sallam bersabda: Apabila salah seorang kamu menikahi seorang wanita, maka  hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, dan bacalah bimillah lalu mohon berkahlah  kepada Alloh, dan hendaknya ia membaca:(<em>Ya Alloh,  sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan sifat yang ada  padanya; dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukanya dan keburukan sifat yang  ada padanya) (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani</em>).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnahkan  bagi kedua mempelai melakukan shalat dua raka`at bersama, karena hal tersebut  dinukil dari kaum salaf.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Membaca  basmalah sebelum melakukan jima`. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersabda: Kalau sekiranya seorang di antara kamu hendak bersenggama dengan  istrinya membaca :</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Dengan  menyebut nama Alllah, ya Alloh, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkan syetan  dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami), maka sesungguhnya jika keduanya  dikaruniai anak dari persenggamaannya itu, niscaya ia tidak akan dibahayakan  oleh setan selama-lamanya (Muttafaq alaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jika sang  suami ingin bersenggama lagi, maka dianjurkan berwudhu terlebih dahulu, karena  Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Apabila salah seorang kamu  telah bersetubuh dengan istrinya, lalu ingin mengulanginya kembali maka  hendaklah ia berwudhu. (HR. Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunatkan  bagi kedua suami istri berwudhu sebelum tidur sesudah melakukan jima`, karena  hadits Aisyah menuturkan :Adalah Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  apabila beliau hendak makan atau tidur sedangkan ia junub, maka beliau mencuci  kemaluannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat (Muttafaqalaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Haram bagi  suami menyetubuhi istrinya di saat ia sedang haid atau menyetubuhi duburnya.  Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang melakukan  persetubuhan terhadap wanita haid atau wanita pada duburnya, atau datang kepada  dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya  ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. (HR. Al-Arba`ah  dan dishahihkan oleh Al-Alnbani).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Haram bagi  suami-istri menyebarkan tentang rahasia hubungan keduanya. Rasululloh  Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguh-nya manusia yang paling buruk  kedudukannya di sisi Alloh pada hari Kiamat adalah orang lelaki yang berhubungan  dengan istrinya (jima`), kemudian ia menyebarkan rahasianya. (HR. Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  masing-masing saling bergaul dengan baik, dan melaksanakan kewajiban  masing-masing terhadap yang lain. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman yang  artinya: Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut  yang ma`ruf. (Al-Baqarah: 228).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  suami berlaku lembut dan bersikap baik terhadap istrinya dan mengajarkan sesuatu  yang dipan-dang perlu tentang masalah agamanya, serta menekankan apa-apa yang  diwajib Alloh terhadapnya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah  bersabda: Ingatlah, berpesan baiklah selalu kepada istri, karena sesungguhnya  mereka adalah tawanan disisi kalian&#8230;. (HR. Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  istri selalu ta`at kepada suaminya sesuai kemampuannya asal bukan dalam hal  kemaksiatan, dan hendaknya tidak mematuhi siapapun dari keluarganya bila tidak  disukai oleh suami dan bertentangan dengan kehendaknya, dan hendaknya istri  tidak menolak ajakan suami bila mengajaknya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa  Sallam bersabda: Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidutrnya lalu ia  tidak memenuhi ajakannya, lalu sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya,  maka malaikat melaknat wanita tersebut hingga pagi. (Muttafaq alaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  suami berlaku adil terhadap istri-istrinya di dalam masalah-masalah yang harus  bertindak adil. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa  mempunyai dua istri, lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, niscaya ia  datang di hari Kiamat kelak dalam keadaan sebelah badannya miring. (HR. Abu  Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:   Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p align="justify"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:blue;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=24&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-pengantin-dan-pergaulan-suami-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA BERKOMUNIKASI LEWAT TELEPON</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-berkomunikasi-lewat-telepon/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-berkomunikasi-lewat-telepon/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-berkomunikasi-lewat-telepon/</guid>
		<description><![CDATA[MMINFO-Pr &#8211; Ceklah dengan baik nomor telepon yang akan anda hubungi sebelum anda menelpon agar anda tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang yang sedang sakit atau merisaukan orang lain. Pilihlah waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon, karena manusia mempunyai kesibukan dan keperluan, dan mereka juga mempunyai waktu tidur dan istirahat, waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=23&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ceklah dengan  baik nomor telepon yang akan anda hubungi sebelum anda menelpon agar anda tidak  mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang yang sedang sakit atau  merisaukan orang lain.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pilihlah  waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon, karena manusia mempunyai  kesibukan dan keperluan, dan mereka juga mempunyai waktu tidur dan istirahat,  waktu makan dan bekerja.<span id="more-23"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan  memperpanjang pembicaraan tanpa alasan, karena khawatir orang yang sedang  dihubungi itu sedang mempunyai pekerjaan penting atau mempunyai janji dengan  orang lain.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">hendaknya  wanita tidak memperindah suara di saat ber-bicara (via telpon) dan tidak  berbicara melantur dengan laki-laki. Alloh berfirman yang artinya: Maka  janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada  penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. (Al-Ahzab: 32).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Maka  hendaknya wanita berhati-hati, jangan berbicara diluar kebiasaan dan tidak  melantur berbicara dengan lawan jenisnya via telepon, apa lagi memperpanjang  pembicaraan, memperindah suara, memperlembut dan lain sebagainya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  penelpon memulai pembicaraannya dengan ucapan Assalamu`alaikum, karena dia  adalah orang yang datang, maka dari itu ia harus memulai pembicaraannya dengan  salam dan juga menutupnya dengan salam.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak memakai  telpon orang lain kecuali seizin pemilik-nya, dan itupun bila terpaksa.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak merekam  pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya, apapun bentuk pembicaraannya.  Karena hal tersebut merupakan tindakan pengkhianatan dan mengungkap rahasia  orang lain, dan inilah tipu muslihat. Dan apabila rekaman itu kamu sebarluaskan  maka itu berarti lebih fatal lagi dan merupakan penodaan terhadap amanah. Dan  termasuk di dalam hal ini juga adalah merekam pembicaraan orang lain dan apa  yang terjadi di antara mereka. Maka, ini haram hukumnya, tidak boleh dikerjakan!</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak  menggunakan telepon untuk keperluan yang negatif, karena telepon pada hakikatnya  adalah nikmat dari Alloh yang Dia berikan kepada kita untuk kita gunakan demi  memenuhi keperluan kita. Maka tidak selayaknya jika kita menjadikannya sebagai  bencana, menggunakannya untuk mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain  dan mencemari kehormatan mereka, dan menyeret kaum wanita ke jurang kenistaan.  Ini haram hukumnya, dan pelakunya layak dihukum. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:   Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=23&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-berkomunikasi-lewat-telepon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA SAFAR (BEPERGIAN JAUH)</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-safar-bepergian-jauh/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-safar-bepergian-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-safar-bepergian-jauh/</guid>
		<description><![CDATA[MMINFO-Pr &#8211; Disunnatkan bagi orang yang berniat untuk melakukan perjalan jauh (safar) beristikharah terlebih dahulu kepada Alloh mengenai rencana safarnya itu, dengan sholat dua raka`at di luar shalat wajib, lalu berdo`a dengan do`a istikharah. Hendaknya bertobat kepada Alloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dari segala kemak-siatan yang pernah ia lakukan dan meminta ampun kepada-Nya dari segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=22&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  bagi orang yang berniat untuk melakukan perjalan jauh (safar) beristikharah  terlebih dahulu kepada Alloh mengenai rencana safarnya itu, dengan sholat dua  raka`at di luar shalat wajib, lalu berdo`a dengan do`a istikharah. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  bertobat kepada Alloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dari segala kemak-siatan  yang pernah ia lakukan dan meminta ampun kepada-Nya dari segala dosa yang telah  diperbuatnya, sebab ia tidak tahu apa yang akan terjadi di balik kepergiannya  itu.<span id="more-22"></span> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya ia  mengembalikan barang-barang yang bukan haknya dan amanat-amanat kepada  orang-orang yang berhak menerimanya, membayar hutang atau menyerah-kannya kepada  orang yang akan melunasinya dan berpesan kebaikan kepada keluarganya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Membawa  perbekalan secukupnya, seperti air, makanan dan uang. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  bagi musafir pergi dengan ditemani oleh teman yang shalih selama perjalanannya  untuk meringankan beban diperjalananya dan menolongnya bila perlu. Rasululloh  Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: Kalau sekiranya manusia  mengetahui apa yang aku ketahui di dalam kesendirian, niscaya tidak ada orang  yang menunggangi kendaraan (musafir) yang berangkat di malam hari sendirian.  (HR. Al-Bukhari) </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  bagi para musafir apabila jumlah mereka lebih dari tiga orang mengangkat salah  satu dari mereka sebagai pemimpin (amir), karena hal tersebut dapat memper-mudah  pengaturan urusan mereka. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:  Apabila tiga orang keluar untuk safar, maka hendaklah mereka mengangkat seorang  amir dari mereka. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  berangkat safar pada pagi (dini) hari dan sore hari, karena Rasululloh  Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Ya Alloh, berkahilah bagi ummatku di  dalam kediniannya. Dan juga bersabda: Hendaknya kalian memanfaatkan waktu  senja, karena bumi dilipat di malam hari. (Keduanya diriwayat-kan oleh Abu Daud  dan dishahihkan oleh Al-Albani). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunatkan  bagi musafir apabila akan berangkat mengu-capkan selamat tinggal kepada keluarga,  kerabat dan teman-temannya, sebagaimana dilakukan oleh Rasululloh Shallallaahu  alaihi wa Sallam  dan dia sabdakan: Aku titipkan kepada Alloh agamamu, amanatmu  dan penutup-penutup amal perbuatanmu. (HR. At-Turmudzi, dishahihkan oleh Al-Albani). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Apabila si  musafir akan naik kendaraannya, baik berupa mobil atau lainnya, maka hendaklah  ia membaca basmalah; dan apabila telah berada di atas kendaraannya hendaklah ia  bertakbir tiga kali, kemudian membaca do`a safar berikut ini: </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Maha Suci  Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak  mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami; Ya  Alloh, sesungguhnya kami memohon kepadamu di dalam perjalanan kami ini kebajikan  dan ketaqwaan, dan amal yang Engkau ridhai; Ya Alloh, mudahkanlah perjalannan  ini bagi kami dan dekatkanlah kejauhannya; Ya Alloh, Engkau adalah Penyerta kami  di dalam perjalanan ini dan Pengganti kami di keluarga kami; Ya Alloh,  sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bencana safar dan kesedihan  pemandangan, dan keburukan tempat kembali pada harta dan keluarga. (HR.  Muslim).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  bertakbir di saat jalan menanjak dan bertasbih di saat menurun, karena ada  hadits Jabir yang menuturkan: Apabila (jalan) kami menanjak, maka kami  bertakbir, dan apabila menurun maka kami bertasbih. (HR. Al-Bukhari). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  bagi musafir selalu berdo`a di saat perjala-nannya, karena do`anya mustajab (mudah  dikabulkan). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> Apabila si  musafir perlu untuk bermalam atau beristirahat di tengah perjalanannya, maka  hendaknya menjauh dari jalan; karena Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersabda: Apabila kamu hendak mampir untuk beristirahat, maka menjauhlah dari  jalan, karena jalan itu adalah jalan binatang melata dan tempat tidur bagi  binatang-binatang di malam hari. (HR. Muslim). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Apabila  musafir telah sampai tujuan dan menunaikan keperluannya dari safar yang ia  lakukan, maka hendaknya segera kembali ke kampung halamannya. Di dalam hadits  Abu Hurairah Radhiallaahu anhu disebutkan diantaranya: &#8230;&#8230;Apabila salah  seorang kamu telah menunaikan hajatnya dari safar yang dilakukannya, maka  hendaklah ia segera kembali ke kampung halamannya. (Muttafaq alaih). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  pula bagi si musafir apabila ia kembali ke kampung halamannya untuk tidak masuk  ke rumahnya di malam hari, kecuali jika sebelumnya diberi tahu terlebih dahulu.  Hadits Jabir menuturkan :Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang seseorang  mengetuk rumah (membangunkan) keluarganya di malam hari. (Muttafaqalaih).  </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> Disunnatkan bagi musafir di saat kedatangannya pergi ke masjid terlebih dahulu  untuk shalat dua rakaat. Ka`ab bin Malik meriwayatkan: Bahwasanya Nabi  Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila datang dari perjalanan (safar), maka ia  langsung menuju masjid dan di situ ia shalat dua raka`at. (Muttafaq alaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:  Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=22&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-safar-bepergian-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA JANAZAH DAN TA&#8217;ZIAH</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-janazah-dan-taziah/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-janazah-dan-taziah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-janazah-dan-taziah/</guid>
		<description><![CDATA[MMINFO-Pr &#8211; Segera merawat janazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukan-lah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=21&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Segera  merawat janazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan  sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di  dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  telah bersabda: Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya  shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka  keburukan-lah yang kamu lepaskan dari pundak kamu. (Muttafaq alaih).<span id="more-21"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak  menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju.  Karena Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: Bukan golongan  kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan  kepada seruan jahiliyah. (HR. Al-Bukhari).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunatkan  mengantar janazah hingga dikubur. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersada: Barangsiapa yang menghadiri janazah hingga menshalatkannya, maka  baginya (pahala) sebesar qirath; dan barangsiapa yang menghadirinya hingga  dikuburkan maka baginya dua qirath. Nabi ditanya: Apa yang disebut dua qirath  itu?. Nabi menjawab: Seperti dua gunung yang sangat besar. (Muttafaqalaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Memuji si  mayit (janazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak  mencoba untuk menjelek-jelekkannya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersabda:Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka  telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat. (HR. Al-Bukhari).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Memohonkan  ampun untuk janazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar Radhiallaahu anhu pernah  berkata: Adalah Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila selesai  mengubur janazah, maka berdiri di atasnya dan bersabda:Mohonkan ampunan untuk  saudaramu ini, dan mintakan kepada Alloh agar ia diberi keteguhan, karena dia  sekarang akan ditanya. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunatkan  menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Rasululloh  Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: Buatkanlah makanan untuk keluarga  Ja`far, karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk. (HR.  Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  berta`ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar, dan  mengatakan kepada mereka: Sesungguhnya milik Allohlah apa yang telah Dia ambil  dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu disisi-Nya sudah  ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala dari-Nya.  (Muttafaqalaih). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:  Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=21&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-janazah-dan-taziah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA MENJENGUK ORANG SAKIT</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-menjenguk-orang-sakit/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-menjenguk-orang-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-menjenguk-orang-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk orang yang berkunjung (menjenguk): MMINFO-Pr &#8211; Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya. Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengata-kan: Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?. Sebagai-mana pernah dilakukan oleh Rasululloh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=20&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:red;">Untuk orang  yang berkunjung (menjenguk):</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" /><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung,  dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan  membahagiakannya.<span id="more-20"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya,  seperti mengata-kan: Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?. Sebagai-mana pernah  dilakukan oleh Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mendo`akan  semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Alloh, selamat dan disehatkan. Ibnu Abbas  Radhiallaahu anhu telah meriwayat-kan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa  Sallam apabila beliau menjenguk orang sakit, ia mengucapkan: Tidak apa-apa.  Sehat (bersih) insya Alloh. (HR. Al-Bukhari). Dan berdo`a tiga kali  sebagai-mana dilakukan oleh Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengusap si  sakit dengan tangan kanannya, dan berdo`a: </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hilangkanlah  kesengsaraan (penyakitnya) wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha  Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak  meninggalkan penyakit. (Muttafaqalaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengingatkan  si sakit untuk bersabar atas taqdir Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan jangan  mengatakan tidak akan cepat sembuh, dan hendaknya tidak mengharapkan  kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  mentalkinkan kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya  dan mendo`akan-nya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda:  Talkinlah orang yang akan meninggal di antara kamu La ilaha illAlloh. (HR.  Muslim). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:red;">Untuk orang  yang sakit:</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berbaik  sangka kepada Alloh, dan selalu mengingat bahwa ia sesungguhnya adalah makhluk  yang lemah di antara makhluk Alloh lainnya, dan bahwa sesungguhnya Alloh  <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> tidak membutuhkan untuk menyiksanya dan tidak mem-butuhkan  ketaatannya</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya, dan  segera mem-bayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban kepada pemi-liknya, dan  menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Memperbanyak  zikir kepada Alloh, membaca Al-Quran dan beristighfar (minta ampun).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengharap  pahala dari Alloh dari musibah (penyakit) yang dideritanya, karena dengan  demikian ia pasti diberi pahala. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersabda: Apa saja yang menimpa seorang mumin baik berupa kesedihan, kesusahan,  keletihan dan penyakit, hingga duri yang menusuknya, melainkan Alloh meninggikan  karenanya satu derajat baginya dan mengampuni kesalahannya karenanya. (Muttafaqalaih).  </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berserah  diri dan tawakkal kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan berkeyakinan bahwa  kesembuhan itu dari Alloh, dengan tidak melupakan usaha-usaha syar`i untuk  kesembuhan-nya, seperti berobat dari penyakitnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:   Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=20&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-menjenguk-orang-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA BERTAMU</title>
		<link>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertamu/</link>
		<comments>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 09:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etikaislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertamu/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk orang yang mengundang: MMINFO-Pr &#8211; Hendaknya mengundang orang-orang yang bertaqwa, bukan orang yang fasiq. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang mu`min, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani). Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir. Rasululloh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=19&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:red;">Untuk orang  yang mengundang:</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MMINFO-Pr</a> &#8211; <span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" /><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  mengundang orang-orang yang bertaqwa, bukan orang yang fasiq. Rasululloh  Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Janganlah kamu bersahabat kecuali  dengan seorang mu`min, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa.  (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).<span id="more-19"></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan hanya  mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir.  Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersbda: Seburuk-buruk makanan adalah  makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa  orang-orang faqir. (Muttafaq alaih).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Undangan  jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi  niat untuk mengikuti sunnah Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dan  membahagiakan teman-teman sahabat.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tidak  memaksa-maksakan diri untuk mengundang tamu. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu  anhu ia menuturkan: Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata:  Kami dilarang memaksa diri (membuat diri sendiri repot). (HR. Al-Bukhari)</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan anda  membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan kamu  menampakkan kejemuan terhadap tamumu, tetapi tampakkanlah kegembiraan dengan  kahadirannya, bermuka manis dan berbicara ramah.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaklah  segera menghidangkan makanan untuk tamu, karena yang demikian itu berarti  menghormatinya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan  tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hida-ngan) sebelum tamu selesai menikmati  jamuan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">  </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Disunnatkan  mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang  baik dan penuh perhatian. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:red;">Bagi tamu :</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur, karena hadits  Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam mengatakan: Barangsiapa yang diundang kepada  walimah atau yang serupa, hendaklah ia memenuhinya. (HR. Muslim). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yang kaya,  karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk)  terhadap perasaannya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan tidak  hadir sekalipun karena sedang berpuasa, tetapi hadirlah pada waktunya, karena  hadits yang bersumber dari Jabir Shallallaahu alaihi wa Sallam menyebutkan  bahwasanya Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda:Barangsiapa  yang diundang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia  menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika tidak, tidaklah mengapa. (HR. Ibnu  Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jangan  terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punya rumah  juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kaget sebelum  semuanya siap. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bertamu tidak  boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih  dari itu. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadi pada tuan  rumah. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hendaknya  mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap hidangannya. Dan di  antara do`a yang matsur adalah : </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Orang yang  berpuasa telah berbuka puasa padamu. dan orang-orang yang baik telah memakan  makananmu dan para malaikan telah bershalawat untukmu. (HR. Abu Daud,  dishahihkan Al-Albani).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ya Alloh,  ampunilah mereka, belas kasihilah mereka, berkahilah bagi mereka apa yang telah  Engkau karunia-kan kepada mereka. Ya Alloh, berilah makan orang yang telah  memberi kami makan, dan berilah minum orang yang memberi kami minum.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">(Sumber:   Kitab &#8220;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari&#8221; By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:1pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-size:6pt;color:blue;font-family:Arial;"><a href="http://mediamuslim.info/">Media Muslim INFO Project </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">| </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">http://www.mediamuslim.info </a><a href="http://www.mediamuslim.info/">|</a><a href="http://www.mediamuslim.info/"> Indonesia @ 1428 H / 2007 M</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/etikaislam.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/etikaislam.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etikaislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etikaislam.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etikaislam.wordpress.com&amp;blog=1380076&amp;post=19&amp;subd=etikaislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etikaislam.wordpress.com/2007/07/15/etika-bertamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2976c766c620df3d0e27af2215e12131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">etikaislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
